إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Minggu, 22 Agustus 2010

Mabit Di Mesjid Part 1



Sesungguhnya Kami menurunkannya(Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi (di Bulan Ramadhan), Sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. (Q.S. Ad Dhukhan : 3)
Bagai orang yang kehilangan benda berharga, ane bingung harus nulis apa, harus bercerita kepada siapa dan apa yang harus  ane ceritakan, haruskah ane mengadukan kesusahan diri pada orang – orang lewat jejaring kumpulan berjuta muka, akh rasanya tidak, ane harus bisa menyelesaikan masalah diri oleh diri ane sendiri ya tentunya dengan kemurahan Yang Maha Rahman, Yang Maha Rahim.
Mulai ane tulis cerita diri, dengan ucapan Bismillah….
Sore itu tepat hari ketujuh di Bulan Ramadhan, Alhamdulillah ane masih di ijinkan Allah untuk bekerja mencari nafkah di pelataran perkotaan, nampaknya seiring dengan keberadaan Bulan Ramadhan Karim, mulai menjamur pula orang – orang yang mau mentadarus Al Qur’an, dari bilik rumah – rumah yang ane lewati sewaktu berangkat dari Kostan, sampai ke Mesjid Bakrie di di dekat tempat ane kerja, ane masih bisa mendengar orang khusyu membaca Al Qur’an, salah satu ayatnya …

(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil) 
( Q.S Al Baqarah : 185).

Duh, Indah bener suaranya, ada yang bacaan Al qur’annya mengikuti gaya Syeh Imam Al Ghamidy, ada pula yang membacanya mengikuti gaya Syeh Imam Mishary Rosyd, kalo ane sebenernya suka ikut – ikutan gaya Imam Arrif’ai, namun kalo dengerin murotal Al Qur’an ane lebih suka gaya Imam Mishary Rasyd (biasanya ane puter murotal Qur’an Surat Yaasiin), namun ane juga suka dengan murotal gaya Imam Assudais, itu sebabnya di Laptop ane ada beberapa file murotal Al Qur’an yang berbeda imam pembacanya hee… heee. Ane denger tuh kata pak Ustad membaca Al Qur’an adalah salah satu penambah daya ingat, Amirul Mu’minin Imam Ali R.A berkata :
“Tiga hal yang dapat memperkuat hapalan dan menghilangkan lendir yaitu : Siwak, Berpuasa dan Membaca Alquran”
Tuh kan, selain itu orang yang suka membaca Alquran menurut keterangan hadits adalah salah satu dari empat golongan yang di rindukan surga, coba deh download file murotal Al Qur’annya gratis ko.. klik di sini!, semoga engkau yang disana bisa menyukainya.
Kembali ke cerita diri, sebab jadwal kerja ane banyak di sore hari, dari jam 15.00 sampai jam 23.00, jadi kesempatan untuk sholat tarawih berjama’ah tidak terlalu banyak, mungkin hanya beberapa hari saja, yaitu sewaktu libur kerja. Sampai – sampai ada teman sekerjaan nyeletuk … eh.. antum masuk sore terus jadi kagak tarawih donk ?, ane kagak menyahutnya biar relung hati yang menjawab “Sholat tarawih kan bisa di kerjakan sendirian” meski afdhalnya di kerjakan secara berjamaah sebagai mana di contohkan Amirul Mu’minin Umar Bin Khattab R.A, yang memiliki rekomendasi dari sabda Nabi SAW.
عليكم بسنتى وسنة الخلفاءالراشدين۰۰۰
Peganglah olehmu dengan erat sunnahku dan sunnah khulafaur Rasyidin …
Jadi ingat, di kampung ane sana di Cirebon tea di ciuyah jelasnya sewaktu masih Sekolah Dasar ane cari tuh sholat tarawihnya yang cepet, 20 rakaat plus 3 rakaat sholat witir waktu itu ane anggap jumlah rakaatnya tidak sedikit hee.. hee.. maklum masih kecil bro… sekarang waktu telah membawa masa, ane temuin tuh di mesjid yang satu dengan mesjid yang lainnya berbeda, ada yang sholat tarawihnya 8 rakaat ada pula yang 20 rakaat seperti di kampung ane yang masing – masing memiliki dalil dan ilmunya (beramal tanpa ilmu maka amalannya tertolak), namun yang penting tidak sampai mengkafirkan satu sama lainnya, kan sudah ngaji tentang Sabda Nabi SAW “ PERBEDAAN (PENDAPAT) DI ANTARA UMATKU ADALAH RAHMAT”, bersatu dalam jama’ah dengan tidak menjadikan masalah fur’uiyah sebagai alat untuk membid’ahkah jama’ah lainnya.
Detik bergulir menemui jam, ternyata sudah saatnya untuk pulang kerja, jam 23.30 ane baru keluar dari tempat kerja  lebih 30 menit untuk siap – siap dan hand over pada shift selanjutnya…
Mulailah ane tapaki anak tangga menuju keluar dari tempat kerja setelah ane pamit ke security dengan menyebutkan nomor payroll diri 129, tak lupa ane belum sholat tarawih, akhirnya ane niatin untuk langsung pergi kemesjid terdekat Mesjid Bakrie. Sampai di mesjid ane temuin tuh pintu gerbangnya tertutup namun tidak terkunci, ane angkat pengait pintu gerbang dan ane buka pelan-pelan eh tak jauh di teras mesjid seonggok badan(penjaga mes jid) bangun dari tidurnya,  sepertinya terbangun oleh suara pintu gerbang mesjid yang ane buka, ane sapa penjaga mesjid itu namun tidak di jawab ia langsung tidur lagi setelah tahu hanya seorang musyafir yang hendak ke masuk ke mesjid.
Ane segera memabasuh kekerdilan diri, berwudlu membuang hadas diri “Duh Segala Puji Bagi Allah Yang Telah Menjadikan Air Sebagai Pensuci” , di sambung niat untuk I’tikap dan sepertinya hari ini ane harus mabit (menginap) di Mesjid Bakrie …..

0 komentar:

Posting Komentar

"DAN SALING TOLONG MENOLONGLAH DALAM KEBENARAN DAN KESABARAN"