Waktu..
Waktu adalah kehidupan
Waktu adalah harapan
Waktu adalah ujian
Sekaligus ia adalah tanggung jawab
Karena dengan ia
Tuhan memberi kita hidup
Sebab waktu ada harapan
Karena waktu ujian terlaksana
Sebab ia pula Tuhan meminta tanggung jawab
Entah baik atau buruk sebuah hasil akhir
Semua akan dan telah tercatat rapih
Waktu…
Waktu ibarat pedang yang tajam
Dengan gagahnya ia siap menebas
Semua insan yang terlena
Terbuai dan enggan taati Rabbul A’lamin
Penguasa Waktu dan seluruh ruang
Duh..
Siapa yang lengah
Maka bersiaplah tuk di tebasnya
Terpenggal dan tiada guna setiap detakan nafasnya
Tuk itu mari kita pasrahkan pada ikhtiar dan tawakal
Semoga waktu yang kita miliki
Selalu menjadi nasihat – nasihat penyejuk jiwa
Menjadi gunung – gunung amal ibadah
Untuk di persembahkan sebagai tanggung jawab nanti
Setelah diri menemukan asal diri
Dari tanah kembali ke tanah
Salam kerinduan
Katanya “Si Empunya”
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumpulan Puisi. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 Juni 2010
Rabu, 06 Januari 2010
Puisi Buat Ayah Bunda
Puisi Buat Ayah Bunda
Ayah ....
Engkau layaknya sang pahlawan
Yang tak pernah mengenal kata lelah
Peluh keringatmu sebagai bukti
Tanggung jawabmu yg tak terbalas jasa
Kau papah aku dengan jerih payahmu
Kau bimbing aku dengan baktimu pada Illahi Rabb
Kau ajari aku mengenal Tuhan bersama Alquran dan Sunah
Ayah ...
Kini aku ingin mengerti
Kini aku ingin mengerti
Bagaimana perjuanganmu
Keringatmu yang tak kan pernah kering
Seiring jasa yang tak terlampau untukku
Hanya do'a tuh di sana
Diatas sajadah kasih sayang
Yang terhampar di lubuk hati
Semoga engkau selalu dalam karunia dan ridho Illahi
Bunda ...
Engkau pertaruhkan jiwa dan ragamu
Hanya demi terlahir sorang bayi
Yang kini berada jauh dari sampingmu
Entah sudah berapa jauh
Walau tak kan pernah lupa
Jasamu yang tiada tara
Yang tak ternilai harta benda
Bunda ...
Kau pelihara jiwaku dengan kasih dan sayangmu
Kau terangi qalbuku dengan Al Islam
Kau tempa badan ini dengan kesabaran
Entah sudah jadi apa diri ini
Lama menjauh darimu
Sampai sudah lima Fitri menjelang
Aku tak pernah di sampingmu lagi
Terhalang oleh jarak dan ruang yang sempit
Maafkan aku..
Meski aku ingin pulang
Ingin ku pinta ridhomu
Walau hanya dengan mencium tanganmu
Bunda ...
Titip adik - adikku
Semoga sholeh dan sholeha
Maafkan aku..
Ingatkan Aku dengan do'a - do'amu
Agar aku bisa berbenah diri
Dinegri yang penuh dengan cobaan
Yang selalu mengusik akhlak dan keimanan diri
Ayah Bunda...
Engkaulah mutiara tiada tara
Jasamu tak kan pernah terlupa
Yang kini berada jauh dari sampingmu
Entah sudah berapa jauh
Walau tak kan pernah lupa
Jasamu yang tiada tara
Yang tak ternilai harta benda
Bunda ...
Kau pelihara jiwaku dengan kasih dan sayangmu
Kau terangi qalbuku dengan Al Islam
Kau tempa badan ini dengan kesabaran
Entah sudah jadi apa diri ini
Lama menjauh darimu
Sampai sudah lima Fitri menjelang
Aku tak pernah di sampingmu lagi
Terhalang oleh jarak dan ruang yang sempit
Maafkan aku..
Meski aku ingin pulang
Ingin ku pinta ridhomu
Walau hanya dengan mencium tanganmu
Bunda ...
Titip adik - adikku
Semoga sholeh dan sholeha
Maafkan aku..
Ingatkan Aku dengan do'a - do'amu
Agar aku bisa berbenah diri
Dinegri yang penuh dengan cobaan
Yang selalu mengusik akhlak dan keimanan diri
Ayah Bunda...
Engkaulah mutiara tiada tara
Jasamu tak kan pernah terlupa
Hanya seuntai do'a
Yang selalu terpanjat di lorong gelap
Disepertiga malam
Semog ridho dan kasih sayang Illahi selalu menyertai..
Salam Kerindauan
Kata Seorang Anak "Kang OPA"
Label:
Kumpulan Puisi
Jumat, 01 Januari 2010
Selamat Tinggal 2009
SELAMAT DATANG 2010
Detik berdetak
Menit meniti waktu
Jam sudah beribu - ribu
Meninggalkan kisah kala itu
Meninggalkan kisah kala itu
Duh ternyata hari sudah mencapai berminggu - minggu
Dan minggu pun sudah terhapus bulan yang kian beranjak
Tak terasa tahun sudah berubah
Memenuhi qudrot Illahi tuk mendekati TaqdirNya
Berpuluh cerita dan kisah entah raib kemana
Tertelan sudah dan pasti tak akan kembali
Hanya kisah suka cita dan duka nestapa
Yang menjdai cerita dan riwayat hidup
Yang menjdai cerita dan riwayat hidup
2009 selamat tinggal
Kemaslah riwayatku dengan rapih dan menawan
Agar suatu hari aku masih ingat engkau
Ketika harus kuat menerima ujian dan cobaan
Di waktu susah dan senang
2010
Engkau datang tanpa di rasa
Ah....Aku tak perduli suara terompetmu
Meski melodi musikmu kadang menyayat jiwa
Entah aku bahagia atau senang akan kedataanganmu
Sebab sedikit demi sedikit didepan sudah menanti seonggok tanggung jawab
Tuk mendekati asal diri
Namun hidup adalah hidup
Yang perlu diperjuangkan dan di jalani
Tanpa harus kehilangan asa kepada Yang Maha Esa
Karena ingin jadi orang yang bertaqwa
Tuk itu marilah kita pasrahkan diri
Kepada Illahi Rabb
Agar hidup menjadi berarti
Selamat Datang Tahun 2010
Temani aku tuk menjalaninya
Sambil ku persembahkan Do'aku kepada Illahi
Semoga esok kan sukses tuk dunia dan akhiratku
Salam Keheningan
Kata "KAng OPa"
Label:
Kumpulan Puisi
Minggu, 15 November 2009
ADA YANG DI RINDU
Rintik gerimis masih terdengar di malam ini
Teteskan nada keheningan
Angin bertiup kencang menambah melodi kesunyian
Tak terasa ada yang melintas di lorong sana
Sesosok bahkan lebih
Bekumpuk berbisik dan melanbai – lambai
Membuka tabir rindu dalam kesunyian
Duh ternyata di lorong itu ada yang di rindu
Keluargaku sahabatku rumahku dan kisah – kisahku
Aku rindu…
Salam Kerinduan
Kata “Kang OPA”
Label:
Kumpulan Puisi
