إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Tampilkan postingan dengan label Syiar Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syiar Islam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Juli 2012

Do'a Kamiliin

بسم الله الرحمن الرحيم

اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنْ، وَلِلْفَرَآئِضِ مُؤَدِّيْنَ، وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ، وَلِلزَّكاَةِفَاعِلِيْنَ، وَلَمَاعِنْدَكَ طَالِبِيْنَ،
  وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ، وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ، وَعَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضِيْنَ، وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ، وَفِى الْأَخِرَةِ رَاغِبِيْنَ، وَبِالْقَضَآءِ رَاضِيْنَ،
  وَلِلنَّعْمَآءِ شَاكِرِيْنَ، وَعَلَى الْبَلَآءِ صَابِرِيْنَ، وَتَحْتَ لِوَآءِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَآئِرِيْنَ، 
 وَاِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ، وَاِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ، وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ، وَعَلَى سَرِيْرِ الْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ، وَمِنْ حُوْرٍ عِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ،
  وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ، وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آَكِلِيْنَ، وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفَّى شَارِبِيْنَ، بِأَكْوَابٍ وَاَبَارِيْقَ 
 وَكَأْسٍ مَنْ مَعِيْنٍ، مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ، وَحَسُنَ أُوْلَئِكَ رَفِيْقًا، 
 ذَلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ الشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَآءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ، 
 وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَآءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ. 
 
  وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَأَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Dengan nama Allah, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya,  
yang melaksanakan kewajiban-
kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara shalat, yang mengeluarkan  
zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan  ampunan-Mu, 
yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari 
kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akherat , yang ridha 
 dengan ketentuan, yang ber¬syukur atas nikmat yang diberikan, 
yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji 
 junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada 
telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, 
 yang duduk di atas dipan kemuliaan, yang menikah dengan para
 bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, 
 yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, 
dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para 
nabi,  shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. Mereka itulah 
teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, 
dan cukuplah bahwa  Allah Maha Mengetahui.
 

Sabtu, 26 November 2011

Do'a Akhir Tahun



'Resolusi baru', seperti itulah ungkapan yang banyak diucapkan oleh sebagian saudara-saudara kita saat mereka merayakan pergantian tahun baru Masehi. Namun sebenarnya momen yang tepat untuk memulai resolusi baru adalah ketika pergantian tahun baru Islam. Mengapa?
Untuk menjawab pertanyaan di atas kita akan melihat sekilas jauh ke belakang tentang asal muasal dimulainya perhitungan tahun/kalendar Islam (hijriyah). Ketika itu khalifah Umar bin Khattab ra. setelah berunding dengan beberapa penasihatnya akhirnya memutuskan untuk menggunakan tahun dimana Rasulullah Saw. berhijrah dari Mekah ke Madinah sebagai awal permulaan perhitungan kalendar Islam. Momentum hijrah Rasulullah Saw. dianggap mewakili 'era baru', karena bukan halnya saat itu Rasulullah berhasil meloloskan diri dari kota Mekkah yang sudah tidak kondusif lagi bagi perkembangan dakwah beliau namun juga keputusannya untuk berhijrah ke Madinah membawa pelita terang bagi kebangkitan Islam sehingga beliau berhasil membangun pondasi mental dan spiritual bagi umat Islam yang terasa sampai sekarang ini.
Para shalihin mengajarkan kita untuk berdoa ketika menjelang pergantian tahun. Dan dibawah ini adalah doa akhir tahun dan awal tahun yang lafadznya cukup terkenal karena banyak terdapat di buku-buku doa.

Doa Akhir Tahun
Bacalah doa ini tiga kali saat menjelang akhir tahun baru Islam, bisa dilakukan sesudah ashar atau sebelum maghrib pada tanggal 29 atau 30 Dzulhijah. Dengan doa ini kita memohon ketika kita akan mengakhiri perjalanan tahun yang akan ditinggalkan ini akan mendapatkan ampunan dari Allah Swt. atas perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh-Nya, dan apabila dalam tahun yang akan ditinggalkannya itu ada perbuatan-perbuatan yang diridhai oleh Allah Swt yang kita kerjakan, maka mohonlah agar amal shaleh tersebut diterima oleh Allah Swt.

Minggu, 09 Oktober 2011

MENGHITUNG DIRI

Duh, sudah berjuta - juta hari telah kita lalui dari mulai  dalam kandungan hingga lahir keluar dari rahim ibu, bahkan sudah sampai hari ini, pernahkah hati kita bertanya sudah berapa kalikah kita melakukan penganiayaan pada diri sendiri. Berapa besar dosa yang telah kita lakukan pernahkah kita berpikir???

Duh semoga kita masih bisa memikir, dan bermuhasabah diri sekaligus mawas diri sebab dengan bersikap mawas diri kita berharap bisa menghindari perbuatan munkar yang nota bene sering di ajak oleh syetan - syetan tekutuk yang kadang kita sadari, kemudian kita jangan pernah berputus asa sebab ampunan dan rahmat ALLAH SWT itu lebih besar.


"Ya Tuhan kami, kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi".


Sabtu, 06 Agustus 2011

SETAN KETIKA RAMADHAN DATANG

SETAN KETIKA RAMADHAN DATANG
=======================================
Jang, padahal bulan puasa sudah datang dan orang – orang yang beriman di seluruh dunia berpuasa pada siangnya tetapi mengapa masih ada sebagian orang yang mengaku muslim dan memiliki KTP islam tidak berpuasa dan mengapa di bulan puasa masih banyak kemaksiatan, salah sabda Rasul apa salah kita manusia yang memang tidak terlepas dengan kata salah dan lupa?

Jang, Harus yakin bahwa sabda Rasul SAW tidak salah memang benar ketika Ramadhan datang seluruh pintu – pintu neraka ditutup, pintu – pintu surga di buka dan setan – setan di belenggu, yang mau melaksanakan kebaikan marilah yang mau melaksanakan kemaksiatan tahanlah.

Nah pertanyaan selanjutnya, apakah hawa nafsu di belenggu? Apakah setan – setan yang berbentuk manusia di borgol? itu yang jadi soal, jawabannya tentu tidak sebab hawa nafsu manusia di bulan puasa tidak dibelenggu seutuhnya, bro mana buktinya “Laa Yatimul Kalam Illa Bi tamstil”, coba liat tuh di pasar – pasar masih ada aja yang tidak berpuasa padahal katanya islam… hee… contoh kasus bro), oleh sebab itu puasalah yang akan membelenggunya, selain itu menurut beberapa pendapat bahwa ketika ramadhan tiba setan yang di belenggu hanyalah setan – setan yang sangat jahat alias masternya setan, toh ternyata masih banyak setan - setan yang berupa manusia yang masih bebas berkeliaran pada bulan puasa dan mengajak berlaku tidak benar (nggak mau puasa, dll).

So, kita harus mau membentengi diri(berpuasa dengan benar) melakukan jihad besar, agar kita bisa membelenggu hawa nafsu yang ada di dir,i dan bisa menjaga diri dari godaan temen – temennya setan yang masih berkeliaran di sekitar kita. Aamiin.

Waspadalah “Meski Masternya setan di belenggu, masih  banyak konco – konconya yang berbentuk manusia yang masih mengajak kepada kemaksiatan, dan ingat Hawa Nafsu Mansusia mari kita belenggu di bulan maghfiroh ini dengan puasa dan dzikirullah lainnya”.


Wa Allahu ‘alam
Salam Rekat


Katanya “Kang Opa”

Selasa, 02 Agustus 2011

Niat Puasa Ramadhan 2011

Niat Puasa


Hi jiwaku (keadaan diri), apa kabar? Semoga engkau masih berada dalam hidayah dan karunia Allah SWT pada bulan yang Suci ini, dan semoga engkau masih bisa merasakan ni’matnya lapar beserta indahnya kebersamaan, tersemay kata aamiin.

Alhamdulliah kita masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan yang penuh berkah, rahmat serta ampunan, bulan yang didalamnya dinuzulkan Alquran sebagai petunjuk bagi umat manusia pada umumnya dan bagi umat islam khususnya, bulan yang didalam kita di perintahkan untuk berpuasa selama sebulan penuh.

Jang (panggilan untuk anak muda) tahukah antum segala sesuatu (amaliyah)  itu tergantung pada niatnya, kalau niatnya benar Insya Allah hasilnya juga akan baik dan begitu sebaliknya.

Ke… keee. kee. kunaon atuh kudu niat sagala,  tinggal leeep aja, ari ujang kumaha masih ingat kan? Ucapan ustad waktu ngaji yang kalau tidak salah ucapannya begini nih…

“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya….”
 (HR. Bukhori Muslim)

Hadist ini di sabdakan Kanjeung Rasul sebab pada waktu umat muslim hijrah mereka memiliki berbagai niat ada yang niatnya mencari nafkah, ada yang berbisnis ada pula yang ingin mencari calon istri/suami,.. heee… heee tos nikah ta can jang?, dan tentu antum sadaya lebih tahu bahwa amaliyah manusia itu terdiri dari tiga, hati, lisan dan perbuatan anggota badan, pek Tanya ke ustad “Tanyakan Pada Ahlinya”.

Langsung wae atuh, to the point kitu, da niat puasa ramadhan tuh kapan?
Bro.. waktu niat puasa ramadhan beda coy, menurut  qaul hadist “Barang siapa yang tidak berniat (puasa ramadhan) sejak malam, maka tidak ada puasa baginya” (HR. Abu Dawud) wa Allahu ‘alam, oh jadi harus malam harin ya? Jadi itu sebabnya sehabis sholat tarawih para jama’ah di minta oleh imam untuk bersama – sama berniat puasa (umummnya di lakukan oleh kaum nahdiyiin).

“Saya berniat puasa esok hari untuk menjalankan puasa fardhu bulan ramadhan pada tahun ini karena Allah SWT”

Dan ada pula sebagian umat muslin yang langsung berniat langsung selama satu bulan penuh, sebab ditakutkan kalau lupa berniat pada malam hari itu, wa Allahu ‘alam. Ingat “Bertanyalah kamu pada ahlinya”, ssst ane juga dapat boleh nanya tuh…  

Salam Kerinduan,



Kata Kang OPA

Selasa, 24 Mei 2011

APA YANG ENGKAU PIKIRKAN

Kutulis

Ketika kegelapan malam sudah mencapai pekatnya maka ia akan berganti dengan cahaya pagi yang terang benderang.

Semua berjalan sesuai dengan QudratNya, suara penyeru di pagi hari telah berkumandang dari kejauhan namun suaranya tetap terdengar indah “Mendirikan Sholat itu lebih baik dari pada tidur”, kubasuh mukaku mulai dari bagian atas sambil tak lupa menyematkan niat untuk menghilangkan hadats kecil, (Anniyatu Qasdu Syain Muktaronan Bi Fi’lihi…), lalu ku laksanakan kebutuhanku menghadap Pemilik waktu fajar.



Wa ba’du
Kubaca sedikit dari hapalanku akan surat Al Alwaaqi’ah, surat yang popular di kalangan kaum santri sebab berbagai keutamaannya yang sudah tersurat, jadi ingat! dulu bersama teman pernah meminta untuk minta ijazah mengenai pengamalan surat ini, ma’lum temanku adalah jebolan MHS Babakan Ciwaringin yang mengatakan bahwa untuk mengamalkan surat itu harus ada ijazah dulu, wallahu ‘alam. Kabarnya temanku sekarang sudah menjadi pemilik usaha cathring yang cukup sukses.
Sambil menyeruput secangkir kopi tanpa teman, kuputar mp3 kesukaan

Di hempas gelombang
Di lemparkan angin
Terkisah bersedih bahagia
Di indah dunia yang berakhir sunyi
langkah kaki di dalam rencanaNya
Semua berjalan dalam kehendakNya
Nafas hidup cinta dan segalanya ….

Coba deh dengerin…. Oh ya judulnya Takdir by opik feat melly
Sekali – kali kuambil Handphone, ternyata sudah banyak yang mengawali harinya dengan mengadukan hal pada situs jejaring yang sangat popular di dunia, ada yang mengeluhkan tentang kisah cintanya, ada yang berusaha tetap semangat, bahkan ada yang Cuma ingin memberitahukan bahwa di pagi itu ia sarapan dengan makanan yang enak katanya “mancap… eh mantab”, terserah itu hak semua orang untuk menulis dan sharing mengenai apa yang ia pikirkan. Trus Apa yang engkau pikirkan ? masa depan?


“Hidup Adalah Suratan Takdir yang Harus Dijalani dengan Ikhtiar Tawakal”

Minggu, 12 September 2010

Bekal Iedul Fitri


MENUJU IEDIL FITRI

Suara bedug bertalu
bersambut tasbih, tahmid dan takbir
bertanda hari nan fitri tiba
membawa kabar gembira
akan hari kemenangan
Iedul Fitri
 Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Sudah genap bulan suci memenuhi taqdir Illahi Rabb 30 hari, usai sudah beberapa pendidikan yang telah di berikan oleh pesantren Ramdahan, mencetak generasi mu’min bersertifikat taqwa dengan ujian 3 materi, ujian Emosional, ujian Spiritual dan ujian social.


     Kini saatnya implementasi menuju fitri diri di mulai dengan penyucian akan ni’mat diri mengharapkan kembali fitrah dengan maaf memaafkan sebagai salah satu pakaian kebesaran orang yang bertaqwa.
Orang yang bertaqwa yaitu orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. (QS. Ali Imran : 133)
Orang – orang yang beriman setelah berada di pendidikan ramadhan maka akan tumbuh meningkat ketiga kecerdasan, kecerdasan Emosional, kecerdasan Spiritual dan kecerdasa Sosial. Dengan puasa ramadhan maka setidaknya emosi akan bisa kita kendalikan, bulan suci mengajar kita bersabar untuk tidak makan makanan dan melakukan hal yang dapat membatalkan puasa, sebab waktu itu makanan dan sesuatu yang halal menjadi haram sebelum memasuki waktu maghrib (berbuka puasa), dan di bulan ramadhan pula beberapa hal yang berhubungan dengan emosi harus bisa kita redam, entah itu emosi untuk marah, emosi untuk berbuat jahat dan lain – lain.
Nah dengan adanya pesantren (puasa) ramadhan orang – orang yang beriman akan bertambah kesabarannya, ke istiqamahaannya dan lebih di harapkan menjadi orang yang ikhlas dalam menjalankan ibadah, dengan puasa satu point telah di dapat.

Sabtu, 07 Agustus 2010

AHLAN WA SAHLAN YA SAHRU RAMADHAN


MARHABAN YA SAHRU RAMADHAN
Senja tiba menutup hari, meredam suara bising kendaraan di Menteng Atas tempat si Opa menitipkan diri, menjalani hidup dan kehidupan, menempa diri tuk menyongsong masa, berpeluh keringat dan bergelut pikir mencoba menyelesaikan masalah yang selalu datang, duh waktu tak terasa beranjak menemui malam.  Tirai – tirai rumah di tutup, anak – anak balita pun dipangku masuk ke dalam rumah oleh sang ibu, sebab konon pada waktu senja/malam sekelompok setan bergerombol keluar dari persembunyiannya.
“AKU BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI KEJAHATAN MALAM APABILA TELAH GELAP GULITA”
Panggilan adzan Maghrib dari mesjid Al Falah membuka malam ini, suaranya nyaring merdu dan menggugah diri “MARILAH KITA MENUJU SHOLAT” “MARILAH KITA MENUJU KEMENANGAN (KEBAHAGIAAN)”, antara sadar dan godaan si Opa di minta memilih sholat di rumah atau di mesjid, ia bersyukur Alhamdulillah akhir pilihannya membawa diri menuju mesjid meski awan menunjukan mendungnya langit, dan angin dingin menyelusup ke balik baju koko usangnya akh dingin tapi ini adalah ni’mat sergah hatinya, berjama’ah bersama warga setempat di malam jum’at, di malam pemukanya malam.
Seperti malam – malam jum’at yang lalu, di mesjid Alfalah selalu mengadakan pembacaan Surat Yaasiin (Yaasiinan), sama seperti di tempat kelahiran si Opa, namun malam itu ia memilih pulang  dan membacanya (Q. S. Yaassiin) di kostan kecilnya menyendiri sendiri, teman kostannya sedang libur dan pulang ke rumah aslinya di daerah Cengakreng.

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. (S. Yaasiin : 37)
Tak dinyana namun sudah menjadi suratan takdir Illahi, butiran air turun dari langit menciptakan melodi yang beraturan di atas genteng – genteng rumah, di rumpun – rumpun pepohonan, di dataran tanah yang tadi siang kepanasan, tak ketinggalan tubuh si Opa yang baru saja keluar dari Alfalah ikut di terpa rintiknya air hujan juga, yang memberinya kabar atau entah itu kenangan, ia berasa ada di bulan Suci Ramadhan , ia ingat ia pernah kehujanan sehabis ngaji pasaran di Ust. Jazuli A.R, yang pernah mengupas tentang Bulan yang beredar di Orbit dalam Al Qur’an Surat Yaasiin.
“MARHABAN YA RAMADHAN, MARHABAN YA SAHRO SHIYAM”
(Di tulis pada malam jum’at sehabis sholat Isya di Mesjid Al Falah dekat kostan kecilku)

Jumat, 11 Juni 2010

JIN JUGA SEPERTI MANUSIA


JIN JUGA PUNYA KEWAJIBAN SEPERTI MANUSIA
وما خلقت الجنّ والإنس إلاّ ليعبدون
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.              (Adz Dzaariyaat :  56)”
Awalnya saya sengaja melihat – lihat buku di toko gudang buku di pasar pestival, Jl. HR. Said, jakarta selatan, toko ini menjual berbagai buku usang dari buku komik sampai buku filsafat kuno ada disini. Iseng – iseng sekalian beli buku jika ada yang diminat, saya pun mulai baca judul rak penyimpan buku dari buku agama islam, sastra sampai buku elektronik, dan akhirnya saya balik lagi ke tempat buku – buku islami, di situ kulihatu satu buku dengan judul “DIALOG DENGAN JIN MUSLIM”, sepertinya otak kiriku mengajak tanganku untuk mengambil dan meminta untuk membacanya, ku ambil buku itu dan ku beli dengan harga cukup murah, maklum buku usang yang sepertinya di jual/ditukar (toko gudang buku tersebut menerima tukar menukar buku) oleh pemilik pertama, buktinya tandanya sudah terdapat nama pemilik asal pertama yang sepertinya awalnya tertarik dan entah ia sudah mengerti isinya sehingga buku tersebut di jual/di tukar.

Kubaca isinya meski tak sedalam ketika seorang kekasih menyatakan cinta kepada kekasihnya, setidaknya saya bisa sedikit mengetahui bagaimana sebenarnya jin, yang ternyata sudah tercipta terlebih dahulu sebelum manusia pertama Nabi Adam AS. 
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Al Hijr : 27)

"DAN SALING TOLONG MENOLONGLAH DALAM KEBENARAN DAN KESABARAN"