JIN JUGA PUNYA KEWAJIBAN SEPERTI MANUSIA
وما خلقت الجنّ والإنس إلاّ ليعبدون
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. (Adz Dzaariyaat : 56)”
Awalnya saya sengaja melihat – lihat buku di toko gudang buku di pasar pestival, Jl. HR. Said, jakarta selatan, toko ini menjual berbagai buku usang dari buku komik sampai buku filsafat kuno ada disini. Iseng – iseng sekalian beli buku jika ada yang diminat, saya pun mulai baca judul rak penyimpan buku dari buku agama islam, sastra sampai buku elektronik, dan akhirnya saya balik lagi ke tempat buku – buku islami, di situ kulihatu satu buku dengan judul “DIALOG DENGAN JIN MUSLIM”, sepertinya otak kiriku mengajak tanganku untuk mengambil dan meminta untuk membacanya, ku ambil buku itu dan ku beli dengan harga cukup murah, maklum buku usang yang sepertinya di jual/ditukar (toko gudang buku tersebut menerima tukar menukar buku) oleh pemilik pertama, buktinya tandanya sudah terdapat nama pemilik asal pertama yang sepertinya awalnya tertarik dan entah ia sudah mengerti isinya sehingga buku tersebut di jual/di tukar.
Kubaca isinya meski tak sedalam ketika seorang kekasih menyatakan cinta kepada kekasihnya, setidaknya saya bisa sedikit mengetahui bagaimana sebenarnya jin, yang ternyata sudah tercipta terlebih dahulu sebelum manusia pertama Nabi Adam AS.
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas. (Al Hijr : 27)
Jin, menurut cerita, konon banyak orang yang menggambarkannya dengan berbagai bentuk, entah ada yang katanya bermuka buruk rupa, jelek dan menyeramkan, padahal itu hanya bentuk penyerupaan mereka bangsa jin, ketika menampakan kepada manusia. Alam jin dan alam manusia adalah dua alam yang sangat berbeda, meski padahal kalau kita bisa melihatnya mereka ada yang menghuni rumah – rumah kita, ada yang di atap ada yang di kamar mandi bahkan mungkin ada di bawah kolong ranjang kita… katanya (yang di ceritakan di buku dengan penjelasan berdasar). Mereka bangsa jin sama seperti manusia yang memiliki bentuk tubuh dengan berbagai organ dan keinginan seperti manusia dan memiliki agama yang berbeda-beda pula seperti manusia, ada yang muslim, Kristen dan budha, bahkan mereka memiliki kebudayaan dan teknologi yang sangad maju… pake huruf (d) biar gaul..he..he..
Sebagaimana manusia, jin muslim juga senang melakukan ibadah, bahkan mereka bisa dengan secepat kilat pergi ke Mekah untuk sholat dan kembali ketempat tinggalnya dengan cepat pula, dan buktinya telah tersurat ketika salah satu jin ifrit di zaman Nabi Sulaiman yang menawarkan untuk memindahkan singgasana ratu balqis ke hadapan Nabi Sulaiman sebelaum beliau berdiri dari duduknya.
Nah, karena jin dan manusia memang memiliki tugas yang sama dari Allah, mungkin itulah sebabnya ada segelintir orang yang memang sudah di karuniai untuk bisa melihat jin maka merekapun berteman dan saling mengingatkan dalam islam…seperti temanku yang konon mempunyai gelar sarjana alam ghaib.. hee..heee… dulu saya pernah di ajak untuk menangkap jin bandel (ah… saya mah cuma di ajak liat aja meski ga bisa) penggangu seorang muslim yang sedang sakit, yang konon sakit karena di ganggu jin,meski pada dasarnya rasa sakit itu datangnya karena kekuasaan Allah SWT.
Katakanlah: "Sesungguhnya aku tidak kuasa mendatangkan sesuatu kemudharatanpun kepadamu dan tidak (pula) suatu kemanfaatan." (S.Al Jin : 21)
Akh hanya ini yang bisa saya torehkan, silahkan baca sendiri buku tentang “dialog dengan jin muslim”, untuk menilai kebenaran tentang menganai jin yang hidup berdampingan dengan manusia meski kita tidak bisa melihatnya.
Sungguh benar firman Allah :
Katakanlah (hai Muhammad): "Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (S. Al Jin :1)




0 komentar:
Posting Komentar