MARHABAN YA SAHRU RAMADHAN
Senja tiba menutup hari, meredam suara bising kendaraan di Menteng Atas tempat si Opa menitipkan diri, menjalani hidup dan kehidupan, menempa diri tuk menyongsong masa, berpeluh keringat dan bergelut pikir mencoba menyelesaikan masalah yang selalu datang, duh waktu tak terasa beranjak menemui malam. Tirai – tirai rumah di tutup, anak – anak balita pun dipangku masuk ke dalam rumah oleh sang ibu, sebab konon pada waktu senja/malam sekelompok setan bergerombol keluar dari persembunyiannya.
“AKU BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI KEJAHATAN MALAM APABILA TELAH GELAP GULITA”
Panggilan adzan Maghrib dari mesjid Al Falah membuka malam ini, suaranya nyaring merdu dan menggugah diri “MARILAH KITA MENUJU SHOLAT” “MARILAH KITA MENUJU KEMENANGAN (KEBAHAGIAAN)”, antara sadar dan godaan si Opa di minta memilih sholat di rumah atau di mesjid, ia bersyukur Alhamdulillah akhir pilihannya membawa diri menuju mesjid meski awan menunjukan mendungnya langit, dan angin dingin menyelusup ke balik baju koko usangnya akh dingin tapi ini adalah ni’mat sergah hatinya, berjama’ah bersama warga setempat di malam jum’at, di malam pemukanya malam.
Seperti malam – malam jum’at yang lalu, di mesjid Alfalah selalu mengadakan pembacaan Surat Yaasiin (Yaasiinan), sama seperti di tempat kelahiran si Opa, namun malam itu ia memilih pulang dan membacanya (Q. S. Yaassiin) di kostan kecilnya menyendiri sendiri, teman kostannya sedang libur dan pulang ke rumah aslinya di daerah Cengakreng.
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan. (S. Yaasiin : 37)
Tak dinyana namun sudah menjadi suratan takdir Illahi, butiran air turun dari langit menciptakan melodi yang beraturan di atas genteng – genteng rumah, di rumpun – rumpun pepohonan, di dataran tanah yang tadi siang kepanasan, tak ketinggalan tubuh si Opa yang baru saja keluar dari Alfalah ikut di terpa rintiknya air hujan juga, yang memberinya kabar atau entah itu kenangan, ia berasa ada di bulan Suci Ramadhan , ia ingat ia pernah kehujanan sehabis ngaji pasaran di Ust. Jazuli A.R, yang pernah mengupas tentang Bulan yang beredar di Orbit dalam Al Qur’an Surat Yaasiin.
“MARHABAN YA RAMADHAN, MARHABAN YA SAHRO SHIYAM”
(Di tulis pada malam jum’at sehabis sholat Isya di Mesjid Al Falah dekat kostan kecilku)


0 komentar:
Posting Komentar