إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Rabu, 25 Agustus 2010

Mabit Part 2


MABIT DI RAMADHAN KARIIM

Malam itu, jam 24.00 WIB sang hati telah dari tadi mengajak kedua kaki si shoim, pemuda yang baru saja pulang dari tempat kerjanya, ia mendapat shift sore yang harus pulang larut malam kurang lebih jam 23.30 itu pun setelah ia sholat isya, dengan berpakaian ala kadarnya kemeja tangan pendek, bercelana panjang, saat ini ia tidak memakai sarung seperti kebiasaan orang yang pergi ke mesjid Toh “Sarung Bukan Ciri Santri Apalagi ciri Kiyai”, dengan perlahan tapi pasti ia pun memasuki Mesjid seraya menghatur do’a “Allahumma Igfirliy Dzunubiy Waftahliy Abwaba RahmatiKA”, sebab sudah malam ia tidak melihat seorang manusia pun yang berada di dalam Mesjid, namun ia yakin banyak hamba Allah dari bangs lain yang selalu berdzikir dan bermunajat di malam – malam Ramadhan di mesjid yang ia singgahi, Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ia pergi menuju kebagian depan mesjid mengambil dinding sebagai sutroh untuk ia sholat, sebab ingat “ambilah sesuatu sebagai sutroh agar syetan tidak bisa lewat ketika kita sholat”. Saya meminta lisan untuk menuntun hati berniat sholat tarawih walau munfarid, ah memang tidak ada yang bisa di ajak jama’ah malam – malam begini, mulailah suratsurat cinta ia bacakan di hadapan Illahi walau entah akan berbalas atau tidak, ditutup do’a.
“Allhummaj’alna Bil iimaani Kaamiliin… Allahumma Taqobbal Minna Sholatana Wa Shiyamana … “
اللهم‌إنّي‌أعوذ‌بك‌من‌سخطك‌والنار٠٠٠
Setelah usai, ia tekadkan niat puasa untuk esok hari, Nawaitu Shaummal Ghadi…(semua orang mu’min pasti mengetahui) sebab menurut Hadits Riwayat Abu Dawud Barang siapa yang tidak berniat (puasa ramadhan) sejak malam hari, maka tidak ada puasa baginya, di Indonesia juga umumnya niat puasa di lakukan setelah sholat tarawih memang waktu niat ibadah puasa tidak seperti ibadah lain, wudhu niatnya ketika awal basuhan wajah pertama juga ibadah lain yang umumnya Qosdu Syain Muktaron Bifi’lihi memang bulan Ramadahan Adalah bulan istimewa sampai – sampai dalam perintahNYA Allah memberi legalisir semacam stempel كتب /di wajibkan untuk ibadah puasa, dan Allah jualah yang akan memberi pahala puasa, duh …
أللهم‌‌ربّناتقبّل‌منّا‌صلاتنا‌وصيامنا‌وقيامنا٠٠
Tidak ada tempat untuk meminta dan berserah dir,i selain kepada Allah, pemilik langit serta seisinya yang telah menuzulkan wahyuNYA di malam yang di muliakan, Duh Lailatul Qadr… ijinkan aku menemuimu… dengan Rahman dan RahimNya… ungkap do’anya.


Usai bermunajat sebentar ia pun keluar dari dalam mesjid untuk memenuhi hajat manusiawinya sambil berucap Allahumma Inni asaluka min fadlliKA…”, ia tidur di teras samping mesjid.. dingin memang tapi tak apalah sergahnya, Bismika Allahumma Ahya wa Amut, tak lupa alarm ia stel di jam 3.00 dan 3.15 di Handphonenya, maklum ia pun hanya manusia lemah, harus ada yang mengingatkan…
Tepat jam 3.00 alarm pun berbunyi, meminta konsistensi dirinya yang telah memohon bantuan alarm tuk membangunkanya sahur, ia ambil HP di dalam saku celananya di layar hp tersebut terdapat dua piliihan Berhenti  (menghentikan alarm dan bangun) atau Tidur (menghentikan sementara alarm dan tidur kembali/ alarm akan bunyi lagi setelah 5 menit), dengan izin Allah akhirnya ia memilih berhenti, ya menghentikan alarm sekaligus mengentikan diri dari tidurnya, ia pun bangun dari tidurnya yang baru sebentar, lalu pergi menuju warung  nasi yang sudah siap setia menunggu orang – orang seperti dirinya, anak kost-kostan yang ingin bersantap sahur.
Tasahharu Fa Inna Fis sahuri Barokah....
“Bersantap sahurlah karena dalam santap sahur itu terdapat berkah”

Umumnya orang Indonesia mengartikannya demikian, untuk berpuasa perlu makan atau istilah kerennya santap sahur, namun berbeda dengannya, ia masih berpikir dengan kata Fis Sahuri Barokah, apakah artinya didalam makan sahurnya atau didalam waktu sahurnya, untuk itu ia punya arti buatnya sendiri “Bangunlah di waktu sahur, sebab di waktu sahur itu terdapat berkah” bukankah dua rakaat sebelum sholat fajri/subuh itu lebih baik dari dunia beserta isinya ingat hadist dari ceramah kiai tempo hari, kata dai ingat salah satu ciri orang bertaqwa dalam Alquran (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur (QS. Ali Imran : 17), tidak mau menemui waktu imsyak, ia pun memesan nasi plus lauk pauk seadanya “Tahu Tempe plus sayur sop” yang penting menyehatkan dan halal.
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu
 (QS. An Nahl 114)

Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin…. Imsyak tiba…..

SELAMAT MENJALANKAN IBADAH PUASA….

 

0 komentar:

Posting Komentar

"DAN SALING TOLONG MENOLONGLAH DALAM KEBENARAN DAN KESABARAN"