إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Sabtu, 27 Februari 2010

Bukan Muhasabah

SIAPAKAH KAMU, DARI MANA DAN AKAN KEMANA

“Orang Yang Mengenal Akan Siapakah Dirinya Akan Mempunyai Kesempatan Mengenal Tuhannya”

Hari itu kamis pagi tepatnya ketika jarum jam bergerak di angka delapan tiga puluh (jam/waktu telah di ciptakan untuk memutar dzikir tanpa henti sampai waktu menemui zamannya, hari akhir yang tentu adanya), di temani secangkir kopi yang ternyata sudah lama habis menyisakan setetes atau dua tetes yang tidak bisa saya habiskan, sambil kuputer kepinganan MP3 nasyd – nasyd islami untuk menemani hari yang mudah – mudahan cerah, secerah hari raya idul fitri (hari raya selalu di nantikan kedatangannya oleh umat muslim).

Hari itu bukan kebetulan saya libur dari kerjaan sehari hari (semua kejadian didunia sudah ada yang mengatur : Allah Yang Maha Mengatur), saya mencoba mengingat diri (bukan muhasabah karena mengingat kekerdilan diri yang penuh khilaf), dari mulai ketika saya masih kecil sampai pada hari ini, ketika jari jemari saya satu demi satu di hentakan di papan key board yang sudah penuh debu (ternyata benar dosa kecil jua bisa bertupuk menjadi dosa yang susah untuk di bersihkan layaknya debu, namun semoga dosa dan khilaf saya bisa terhapus dengan cemikal khusus : Astagfirullah… Amiin). Pada saat ini saya tidak ingin menceritakan liku kehidupan yang saya alami. Semoga suatu hari saya bisa menceritakan kisah dan riwayat hidup.

Ketika kutatap cermin di samping kamar, saya melihat sesosok manusaia dengan wajah lusuh berkumis tipis habis di cukur, dengan rambut tidak tertata rapih dan mata agak sedikit kemerah – merahan , dalam hati bertanya siapakah kamu?, dari mana?, dan akan kemana ?. Itu kah aku dengan wajah lusuh karena belum mengambil air mandi ? dengan rambut acak kadul karena belum di sisir dan di beri gel rambut ? ataukah itu aku yang bermata kemerah – merahan karena baru bangun dari mimpi ngeri kehidupan ?.

Akh itu bukan diri saya, ia hanya gambaran datar yang muncul ketika badan ini berada di hadapan cermin itu, ia tidak bisa bergerak bila saya tidak bergerak, bahkan iapun tidak bisa berbicara meskipun saya ajukan pertanyaan yang mudah ?, Namun seolah ia (cermin) ingin bertanya kepada diri saya : Siapakah Kamu ?, Dari Mana Asalmu ?, dan Akan Kemanakah Dirimu ?. Waktu itu saya sadar bahwa cermin adalah salah satu alat muhasabah diri yang sengaja diciptakan sang Kholiq. Subhanallah.

Siapakah kamu ?, untung tidak ditanya apakah kamu ? (aku adalah seonggok badan yang terbungkus daging yang di liputi oleh cairan yang bernama darah), Siapakah aku ?, Juhdi Mustopa, akh itu hanya sebuah nama, terus siapakah diri ini ? ketika saya bertanya siapakah badan ini?, saya teringat firman Allah …. ׁوٳذقالׁربك (S : Albaqoroh : 30), saya pernah membacakan ayat ini dengan qiraah seadanya di hadapan teman sekerjaan di waktu acara buka bersama di tempat kerjaku beberapa tahun yang lalu. Jelasnya ayat ini menggamabarkan siapakah diri kita ini, kita semua adalah manusia, sebuah ciptaan yang telah di ciptakan sebagai kholifatullah (wakil Allah di dunia), yang pada awal mulanya di pertanyakan oleh Malaikat – malaikat Allah, Apakah Engkau (Allah) hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di bumi, padahal kami bertasbih dan menyucikan namaMU, Allah berfirman Sesungguhnya Aku Lebih Mengetahui dari pada apa yang engkau (malaikat) tidak mengetahui. Duh… ikhwan ternyata Allah membela manusia pada awal penciptaan, membela kita semua, kholifahNYa. Kita tercipta sebagai kholifah Allah, yang diberikan berbagi fasilitas entah apa yang ada di langit maupun di bumi, dus semua yang ada di darat maupun di angkasa tercipta untuk kita semua kholifatullah, namun kadang pada perjalaannya kita tidak menjadi kholifatullah melainkan menjadi kholifatus syaithan ; Naudzu Billah).

Terus Dari Manakah Asal Kamu ? , kalau kota asal saya adalah kuningan cirebon, tepatnya di desa terpencil yang bernama Ciuyah, namun asal dari pertanyaan cermin (qalbu) adalah asal kejadiaan, ya asal kejadian kita semua kholifatullah. Bro … Badan yang kita bawa ini ternyata memiliki asal muasal kejadian, tidak langsung begitu saja, namun memiliki proses kejadian dan ada yang menentukan.

Saya Coba telaah meski tidak sejeli para dokter kandungan, saya ingat – ingat eh.. dapat, begini …. فلينظرالٳنسانׁمماخُلِق (S : At – tariq : 5 – 7), surat Alquran ini sering saya dengar ketika menjadi makmum di suatu mesjid di Jakarta Selatan yang pernah ada seorang musyafir berkata suratnya panjang – panjang (maklum Imamnya sudah hapal Alqur’an). Pada ayat tesebut meminta kita untuk melihat dari mana asal kejadian kita, duh ternyata kita berasal dari setetes air (mani) yang terpancar dari tulang punggung (sulbi) dan tulang dada, yang memiliki proses, sekali lagi melalui proses dari setes mani (nutfah), segumpal darah, segumpal daging hingga menjadi seorang jabang bayi yang memiliki ruh yang hidup di alamnya (alam arwah/kandungan), bersama ketentuan – ketentuan Allah yang dituliskan untuknya mengenai rizki, umur, jodoh dan lainnya.

So, bro kita semua berasal dari air yang sama, setetes air yang hina (air mani) yang kemudian diberi rahmat dan tugas sebagai kholifahNYa di atas permukaan bumi ini.

Kemudian pertanyaan selanjutnya Akan Kemanakah Kamu ? pertanyaan tersebut memaksa kita untuk menjawabnya dengan tempat kembali. Ya tempat kembali segala sesuatu, waktu itu saya hanya ingat … . إناׁللهׁوإناإليهׁراجعون Sungguh kita adalah milik Allah (kepunyaan Allah) dan sesungguhnya Allah tempat semua manusia bahkan seluruh mahluk kembali. Men … kita berasal dari sari pati tanah (mani) dan akan kembali ke hadirat Illahi melalui tanah pula alias di kubur di dalam tanah, dengan memperoleh rahmat atau murka, sesuai bagaimana palaksanaan tugas kita sebagai kholifahNYa. Apakah kita melaksanakan tugas tersebut dengan benar atau tidak ?, adapun yang mendapat rahmat ia akan di berikan surga yang hakiki dan bagi yang mendapat murka ia akan dimasukan ke neraka : Naudzu Billah … ).

Tuh … kan suara cermin (qalbu) itu berkata : Kamu itu siapa, dari mana dan akan kemana ?, kamu bahkan kalian adalah kholifah Allah, yang di ciptakan dengan RahmatNYa dan akan kembali kepadaNYa pula. Yang pada akhirnya akan beroleh tempat kembali, entah tempat itu di rahmati Allah atau tidak akan sesuai dengan bagaimana pelaksanaan tugas kholfatullah itu.

Tulisan ini baru selesai ketika hujan lebat berhenti dari qadaNYa (ternyata apa yang kita harapkan tidak harus sesuai dengan qudrat Illahi), pagi yang cerah kadang akan dilalui oleh gelapnya awan dan hujan lebat. Mungkin ini hanya coretan milik pribadi yang mudah – mudahan menjadi pengingat siapa, asal, dan akhir dari diri ini.

Hanya kepada Allah saya berharap, esok nanti akan mendapat rahmat dan karunia Illahi Rabb dan di jauhkan dari segala murkaNya. Tertuang do'a Aamiin.

Salam Silaturahmi



Katanya “Musyafir Lalu”



(ditulis Seusai Melihat Cermin Di samping Kamarku)

0 komentar:

Posting Komentar

"DAN SALING TOLONG MENOLONGLAH DALAM KEBENARAN DAN KESABARAN"