MENDAMBAMU YA RASULALLAH
Kelak Orang – orang akan dikumpulkan bersama orang – orang yang dicintainya
Tulisan ini ku tulis ketika rintik hujan di sabtu sore di hari ke 20 di bulan Pebruari sambil ku dengarkan alunan suara merdu opik tentang mendambamu (Mendamba Rasulallah) yang keluar dari speaker butut miliku yang tertancap di samping komputer lusuhku karena sudah jarang di sentuh dan dibersihkan.
“Mendambamu … merindumu… hadir dalam setiap langkahku Muhammad ya .. Rasulallah “
Begitulah sedikit penggalan isi nasyd yang di dendangkan opik, yang rasanya kita semua sebagai orang yang beriman sangat mendambakan, merindukan pemimpin seperti Rasulallah SAW, pemipin yang mencintai Allah sepenuh hati, selalu mendahulukan kepentingan umatnya, dan tidak sedikit pun menginginkan kedudukan keduniaan, yang padahal pada waktu itu Beliau Rasulallah bisa dengan mudah mendapatkanya.
Tidak seperti dizaman sekarang, yang kebanyakan pemimpin – pemimpin kita hanya mementingkan kepentingan pribadinya, golongan dan bahkan egonya sendiri, tanpa memikirkan orang – orang (rakyat) di sekitarnya. Bahkan ironi sekali banyak pemimpin yang pada permulaan sebelum ia memimpin, menggunakan keluguan rakyat hanya demi kepentingannya, namun setelah ia mendapat dukungan dan terpilih menjadi pemimipin ia seolah kacang lupa akan kulitnya, rakyat di biarkan sengsara, menjadi alat untuk mengeruk kekayaan dengan membiarkan meningkatnya harga kebutuhan hidup tanpa di dorong dengan peningkatan pendapatan.
Ya Rasulallah aku merindumu.. mendambamu, ketika banyak pemaksaan pendapat, dan pengkafiran golongan lain yang tidak sependapat dan banyaknya pemutar balikan fakta (banyak hadits Nabi dan sejarah yang didistorsi), baik oleh umat islam sendiri maupun oleh agama lain yang membenci ketinggian agama islam.
Ya Allah curahkanlah Rahmat dan Salam kepadanya Muhammad Rasulallah SAW, jadikanlah kedua warisannya sebagi petunjuk untuk hamba dalam menjalani kehidupan yang sudah semakin mendekati asal kejadian, jadikanlah sirah – sirahnya penggugah untuk para pemimpin negeri ini, sehingga negeri ini bisa menjdai negeri “Baldatun thoyibatun” , menjadi negeri yang di rahmati ALLAH SWT.
Salam Kerinduan
Al- Fakir Billah
0 komentar:
Posting Komentar