Diceritrakan….
Hari itu waktu menunjukan jam 15.30 WIB, ada seorang remaja yang memakai baju koko lengkap dengan sarung dan pecinya, sebut saja seorang santri sedang dukuk – duduk di depan musholla sepertinya ia baru saja sholat berjamaah di mushola tersebut, lagi asyik – asyiknya membaca buku, datang seorang pemuda yang usianya jauh lebih dewasa menghampiri dan duduk di sebelahnya, beberapa detik kemudian terjadilah dialog diantara keduanya.
Pemuda : Assalamau’alaikum jang santri ?
Santri : Waalaikum salam kang, ada yang bisa saya bantu?
Pemuda : mmm… gimana ya, duh akang mau nanya nih, kelihatannya kamu santri, siapa tahu ngajinya juga hebat, beda sama akang, akang mah ngaji juga Cuma Alif Ba Ta.. mungkin beda dengan jang santri.
Santri : ah bisa aja si akang, biasa kang selagi kecil mah kudu banyak belajar, akang jangan merendah gitu, pakaian tidak mencerminkan isi tho… mmm tetapi apa yang bisa saya bantu kang? Insya Allah, kalau bisa saya bantu.
Pemuda : begini jang santri, akang teh banyak pikir (pake logat sunda), akang pernah mendengar firman Allah ; “Aku (kata ALLA) mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku.”, bener enggak ya.. apa yang saya dengar.
Santri : Nah itu si akang lebih hebat, betul kang itu firman Allah dalam Alqur’an Surat Albaqarah kalau enggak salah ayat 186. E mang kenapa kang ?
Pemuda : begini jang santri, kenapa ya... padahal setiap hari akang berdo’a, setiap malam akang munajat, berpuluh – puluh kali akang minta kepada Allah tapi sampe hari ini belum juga permohonan di ijabah oleh Gusti ALLAH, coba jang santri beri penjelasan ke akang supaya akang tidak buruk sangka ke pada Allah, mungkin ada sebab musabanya,
Santri : oooohhh, begitu kang, aduh saya juga masih bodo kang,
Pemuda : bodo gimana jang, coba bantu akang, siapa tahu jang santri pernah ngaji dan tahu sebab - sebab do’a tidak di ijabah.
Santri : mmm.. saya masih belajar kang, tapi saya pernah mendengar begini, kata pak ustad, “menurut Imam Hasan Albasri” mengapa puluhan do’a yang kita panjatkan kepada Allah tidak di ijabah/di qabul, menurut Imam Hasan AlBasri bisa jadi dikarenakan HATI KITA MATI, bagaimana do’a bisa sampai kepada Allah bila getaran hati kita tidak bisa menyentuh frekuensiNYA, menurut beliau yang menyebabkan hati menjdai mati, getaran hati kita tidak menyampai kepada Allah sekurang - kurangnya adalah sebagai berikut :
Kata Imam Hasan Al Basri, yang menyebabkan matinya hati adalah :
1.
- 1. Kamu mengenal Allah tetapi engkau tidak memenuhi hakNYA, kamu tahu kewajiban kepada Allah namun kamu tak pernah mengerjakannya.
- 2. Kamu membaca alquran, tetapi isinya (ajarannya ) tidak engkau laksanakan, bahkan nyaris kita injak – injak.
- 3. Engkau menerima/memakan nikmat Allah, tetapi engkau tidak mensyukurinya
- 4. Engkau yakin/tahu bahwa akhirat itu ada, tetepi engkau tidak menyiapkan bekal untuk untuk mengahadapinya.
- 5. Yang ke lima dan ke enam, mmm... ane ingat – ingat dulu tink!
Pemdua : Jang santri, coba jelasin satu – satu aja dulu biar jelas.
Santri : Kang, kalau tidak salah begini ;
Kita mengenal Allah namun kita tidak memnuhi hakNYA.
kita tahu bahwa yang menciptakan diri kita, yang memberi napas dan kehidupan kepada kita adalah ALLAH, namun kita sengaja atau tidak sengaja telah meninggalkan kewajiban sholat yang lima waktu, dan bisa jadi telah banyak kewajiban – kewajiban yang lain yang telah kita langgar.
Pemuda : mmm.. ya betul .. betul jang bisa jadi, sambil menundukan kepala.
Jang, silakan jelasin yang lainnya.
Santri : Kang lebih baik, si akang tanya langsung pada pa ustad, tuh di dalam musholla, sekalian nanti malam senin sehabis shalat maghrib ada pengajiannya, maaf kang ane juga sedang belajar mengasah diri, agar menjadi kuat, kuat diri kuat iman, ane do’ain moga si akang menemukan jati diri akang dan menemukan jawaban yang akan inginkan. Silahkan langsung aja kang.
Pemuda : ya Jang, terima kasih, Assalamu’alaikum, barakallahu fiik. sambil menjabat tangan si santri.
Santri : Wa alaikum salam, wa barakallahu fiik kang.
0 komentar:
Posting Komentar