Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Kaifa Hal? gimana kabar?, duh semoga antum dalam keadaan sehat jasmani dan rohani senantiasa dalam lindungan Yang Maha Rahman Rahim.
Sobat, puasa yang sedang kita jalankan tentu memiliki tujuan diperintahkannya, memiliki maksud tertentu yang sudah termaktub jelas di dalam wahyuNYA dalam Al – Qur’an Surat Albaqarah ayat 183.
“Hai orang – orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang – orang sebelum kamu, agar kamu menjadi orang yang bertakwa”.
Sobat, ingat dilihat dari arti ayat diatas, yang dipanggil Allah dalam ayat tersebut adalah orang yang beriman bukan orang islam(banyak yang mengaku islam tetapi ia tak puasa), sudah barang tentu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa tujuan diwajibkannya puasa tidak lain adalah agar orang – orang yang beriman bisa menjadi pribadi – pribadi yang bertakwa (orang memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya) yang ciri – cirinya banyak tersurat dalam Alqur’an, salah satunya yang pernah disampaikan oleh Pengasuh ATAP (Alumni Tajug Alkhoeriyah Parenca) yang mengambil dari surat Albaqarah juga.
(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu(taurat, zabur injil dan shuhuf-shuhuf), serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat (QS. Albaqarah : 3-4)
Dengan berpuasa, orang yang sebelumnya jarang/tidak sholat, menjadi malu kalau tidak sholat, kurang afdhal katanya kalau puasa tidak sholat, lah kalau bulan puasa dah lewat gimana atuh ngga sholat dong… naudzubillah tsuma naudzubillah.
Dengan berpuasa diharapkan akan bertambah keimanannya, mereka tidak merasa puasanya lebih baik dari orang lain karena mereka meyakini bahwa hanya Allah jualah yang akan menilai dan membalas akan kualitas amalan puasanya, selain itu orang – orang yang bertakwa akan senantiasa menyisihkan sebagian rezekinya untuk orang lain sebab mereka meyakini Alquran dan kitab – kitab sebelumnya sebagai wahyu Allah SWT yang memberi kabar tentang adanya kehidupan akhirat.
Semoga kita menjadi pribadi – pribadi muttaqiin, sesuai dengan ajakan Allah SWT dengan menjalankan puasa dengan sebenar – benarnya.
Aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin.
Wal afwu minkum tsuma Salamualaikum
Salam Rekat
Katanya ODING
(Orang Deso Ingat NGaji)

0 komentar:
Posting Komentar